Membaca Peluang Bisnis Properti Di Tengan Perekonomian Yang Tidak Menentu

Bisnis makin sulit, kita harus pintar Membaca Peluang Bisnis Properti Di Tengan Perekonomian Yang Tidak Menentu ini. Di tengah ketidakpastian perokonomian, banyak yang berharap harga barang-barang kebutuhan publik, seperti properti khususnya rumah, turun, pertanyaannya Mungkinkah hal itu terjadi? Bagaimana dengan peluang bisnis properti 2015? Apaka juga mengalami penurunan? Anda yang sedang bergelut di bidang properti tentunya harus paham betul untuk membaca peluang tersebut.

Membaca Peluang Bisnis Properti Di Tengan Perekonomian Yang Tidak Menentu


Banyak pengamat mengatakan kalau harga properti tak akan pernah turun, meskipun dalam situasi krisis sekalipun. Mereka seolah-olah sangat yakin dengan hal tersebut. Para pengamat mengatakan kalau yang terjadi adalah harga cenderung turun. dan nilai properti naik. Apakah semua itu benar adanya?

Tetapi ternyata bisnis properti 2015 ini terjadi penurunan harga properti khusunya properti seken. Salah satu contohnya adalah pada awalnya harga tanah di Menteng dulunya per meter perseginya adalah 60 juta, pada awal tahun 2015 san melesat hingga harga per meter perseginya dalah 135 juta. Dikarenakan harga tanah di pasar seken turun drastis maka sekarang ini harga tanah turun menjadi 80 juta per meter persegi. Itulah fakta yang terjadi saat ini.

Dikarenakan situasi ekonomi yang tidak menentu seperti sekarang ini maka para konsumen dan juga para investor enggan untuk membeli tanah yang melambung sampai 135 juta. Maka dengan fakta yang seperti itu harga tanah menjadi anjlok sangat besar yaitu berkisaran antara 80 juta per meter persegi. Dalam situasi seperti ini ternyata para investor lebih memilih untuk menunggu agar harga properti itu jatuh barulah para investor tersebut membeli properti tersebut.

Dan ternyata hal seperti itu juga terjadi di kota-kota besar di Indonesia seperti Surabaya, Bandung, Semarang, Makasar, Balik papan, dan kota-kota besar lainnya. Dan penyebab dari semua itu adalah transaksi di pasar seken yang sampai saat ini masih lesu makanya berimbas kepada transaksi dipasar primer. Namun meskipun demikian, turun naiknya harga properti sebenarnya bergantung pada kondisi pasokan dan permintaan dari properti tersebut. Logikanya jika banyak yang membutuhkan tetapi properti yang tersedia terbatas, maka harga properti juga bisa melambung naik.

Tetapi yang terjadi di Indonesia saat ini adalah ekonomi yang tidak menentu ditambah juga kebijakan pemerinytah yang terkesan tidak jelas juga ternyata aberdampak terhadap harga properti di semua daerah. Makanya yang terjadi saat ini adalah banyak para developer yang mengurangi keuntungan dengan cara menurunkan harga dengan maksud agar propertinya tetap laku dipasaran. Dengan hal yang terjadi semacama itu membuat para developer menjeriyt, dikarenakan ongkos produksi dengan harga jual tidak seimbang makanya membuat banyak developer yang untungnya hanya sedikit, bahkan ada juga yang mengalami kerugian. Ditambah lagi nilai tukar rupiah terhadap dolar yang terus melemah juga mengakibatkan tambah menderitanya para developer.

Sebenarnya kalau Anda menganalisa kebelakang penurunan transaksi di pasar seken sudah terjadi semenjak tahun 2014 dan ternyata hal semacam itu terus berlanjut hingga sekarang ini. Para pengamat memprediksi hal semacam itu akan terus berlanjut di tahun 2015 ini dikarenakan pemerintahan Joko Widodo belum menunjukkan tanda-tanda dalam memperbaiki perekonomian terutama sektor konsumsi. Dan properti termasuk barang konsumsi kan. Malahan yang terjadi pada Pemerintahan saat ini justru membebani para konsumen dengan pajak yang tinggi. Hal tersebut juga berdampak sangat besar.

Nah itulah fakta yang terjadi pada bisnis properti tahun ini. Maka dari itu Anda harus sangat berhati-hati dalam bisnis properti 2015. Bacalah peluang dan juga manfaatkanlah peluang sekecil apapun.
Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments
siska pratama
AUTHOR
January 15, 2016 at 12:22 PM delete This comment has been removed by a blog administrator.
avatar